sponsor

sponsor

Kabar Juang

Fokus Juang

Info Buruh

Siaran Resmi

Perspektif

Internasional

Sosbud

Inspirasi

ANDAI

Perempuan Tolak PHK
Tolak PHK
Andai aku seorang gubernur

Kan ku baut rakyatku subur dan makmur


Andaikan aku seorang presiden
Akan ku jadi rakyatku Sebagai buruh yang permanen


Andai kan aku seorang bupati
Kan ku buat rakyat ku Sejahtera sampai mati


Tapi sayang semua itu hanya andaikan


Andaikan aku seorang hakim
Akan ku buat hukum seadil mungkin


Andaikan aku seorang jasa
Akan ku bela mereka tanpa harus bayar jasa


Andai akau seorang pengacara
Tak akan pernah ku sulit mereka


Tapi sayang semua itu hanya andaikan


Presiden yang jujur
Bupati yang jujur
Itu adalah harapan bagi setiap rakyat


Hakim yang adil
Jaksa yang adil
Pengacara yang adil
Itu adalah harapan semua insan


Karena keadilan dan kejujuran harus hidup pendampingan


Andai presidan bisa amanah
Andai gubernur bisa amanah
Andai bupati bisa amanah
Tak memikirkan dia itu siapa


Andaikan hakim bisa adil
Andakan jaksa pun bisa berbuat adil
Pengacara pun bisa adil
Tanpa harus berpikir siapa dia si miskin


Tapi sayang itu semua hanya andaikan



Ditulis oleh
NACAH RH
Buruh pejuang yang bekerja belasan tahun - Korban PHK
Aktif berjuang hingga saat ini

Pengorbanan Ibu

Puisi tentang Ibu
Ibu



Di pasir putih, di pasir pantai ku dengar suara
Ibu merintih

Ku ambil air wudlu,ku elus wajah ibu
Ku ucp sedih,selamat jalan untuk mu
Lalu ku baca al quran sebagai pengantar jalan
Semoga ibu selat di dalam pembaringan
Ku panjatkan doa semoga ibu bahagia
Di alam sana di sisi tuhannya

Ibu begitu besar jasamu
Begitu tulus pengorbananmu
Begitu besar pengabdianmu
Begitu ikhlas,begitu bersih cinta kasih mu
Belum sempat ku membalasmu
Kau telah pergi meninggalkan ku
Siang dan malam ku rindu kepadamu ibu

Ku rindu belaimu,ku rindun kasih sayangmu
Ku rindu doa- doamu,untuk aku nak-ankmu

Oh ibu......

Siang dan malam kau menjaga ku
Tanpa terasa lelah dan pilu,kau korbankan jiwa dan ragamu
Demi melindungi aku anak-anakmu

Kugendong kau menuju mekah
Namun semua itu belumlah sempurna
Ku bersujud dan bersimpuh di kakimu
Kau mengelus kepalaku dari mulutmu keluar doa
Semoga kau bahagia oh anak ku

Ibu, kini kau telah pergi memenuhi panggilan ilahi
Semoga kau bahagia, di surga nanti kita bersama

Ibu..ibu..oh ibu
Kurindukan dirimu
Semoga di pintu surga nanti kita bertemu.

Ditulis oleh Nacah




Suara Juang Buruh Perempuan

Buruh Progresip
PUISI - PUISI NACAH
RINTIHAN SANG BURUH

Aku adalah buruh
Yang bekerja di Pabrik Garmen Milik Pengusaha KOREA
Dari pagi hingga malam
Yang tak tentu arah tujuan

Jadwal pulang yang tak menentu
Hingga mengeluarkan keringat dan pelu
Sedih hati ini dengan hidup yang tak pasti

Tak terasa detik berganti menit
Menit berganti jam, jam berganti hari
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan
Dan bulan pun berganti tahun

Begitu hidup penuh dengan pengabdian
Penuh pengorbanan, namun apa daya
Gaji pun di tangguhkan

Penangguhan upah tak dapat ku tolak
Penangguhan upah tidak dapat di terima
Namun apalah daya, pengusaha licik masih saja menjalaninya

Upah di iris buruh menangis
Harga melonjak buruh di injak
Harga menggila anak tak sekolah
Semua itu adalah rencana dari pengusaha
Korban-korban penangguhan upah pun berjatuhan

Kami mengelak, kami bergergerak  kami tak terima
Penangguhan upah tak boleh terjadi
Pengusaha licik harus di adili harus di tindak
Harus di tangkkap karena pengusaha t’lah
Merebut hak kami,hak temen-temen kami dan harus di adili

Ibu hakim,kami menuntut keadilan
Kami menuntut ke benaran
Penangguhan upah pun harus di menangkan
Oleh kami karyawan yang menentang dan melawan.


Ditulis oleh
NACAH RH
Buruh pejuang yang bekerja belasan tahun - Korban PHK
Aktif  berjuang hingga saat ini.